Panel Dinding Tirai GRC Dekoratif Fasad Artistik dirancang untuk arsitektur modern yang mencari d...
READ MOREAug 08, 2023
Penjelasan Tindakan dan Prosedur Komprehensif Saluran Pembuangan Resin Jadi dan Konstruksi Aman
1. Alur Konstruksi Umum
Penetapan & penempatan – Survei penampang melintang – Pengisian tanggul – Pemangkasan tepi – Penggalian parit drainase – Inspeksi & penerimaan
2. Urutan Penggalian Parit Drainase
Pembuangan tanah lapisan atas – Penggalian parit drainase – Pembersihan dinding parit – Penguatan ring beam – Bekisting dan penyangga pondasi – Penuangan beton – Pengisian pondasi
Ini adalah prosedur utama untuk konstruksi saluran pembuangan resin jadi. Ada banyak persyaratan dan standar terperinci dalam prosesnya. Metode konstruksi aman yang spesifik dijelaskan di bawah ini.
Persiapan Pra-Konstruksi
Konstruksi tidak boleh dimulai dengan penggalian sembarangan. Investigasi geologi harus dilakukan untuk memeriksa kondisi dan parameter geologi, dan memastikan lokasi yang cocok untuk pembangunan saluran pembuangan.
Sebelum penggalian parit, tinjau dan verifikasi garis pengaturan.
Sebelum pekerjaan tanah, periksa struktur bawah tanah dan sistem drainase yang ada di lokasi. Selesaikan pekerjaan drainase lokasi untuk mencegah air tanah mengalir ke parit dan mempengaruhi konstruksi. Langkah ini wajib.
Atur personel dan mesin konstruksi, dan selesaikan semua pengungkapan teknis untuk memastikan kelancaran penyelesaian pekerjaan.
Mesin untuk penggalian dan penimbunan kembali tanah: ekskavator stasioner dan perayap.
Prosedur Konstruksi
Gunakan total station untuk mengatur poros tengah dan tandai dengan tiang kayu. Ukur tepi bagian dalam saluran pembuangan dengan pita baja dan tandai kemiringannya dengan garis. Tandai batas dan garis pelurusan dinding secara bersamaan.
Gali tanah secara manual di dalam area pengaturan, kendalikan secara ketat kedalaman dan lebar penggalian per desain untuk menghindari penggalian berlebihan. Ratakan dasar parit dengan mortar semen.
Pasang bekisting samping (kayu olahan), difiksasi dengan semen dan paku baja. Pasang penyangga vertikal setiap 1,4 m untuk mencegah perpindahan bekisting. Oleskan bahan pelepas pada permukaan kontak antara bekisting dan beton.
Tutupi dan keringkan beton dengan air dalam waktu 24 jam setelah dituang. Pada suhu normal, sirami setidaknya dua kali sehari; masa penyembuhan tidak boleh kurang dari 7 hari.
Pantau kondisi cuaca selama konstruksi, hindari bekerja di tengah hujan, dan lakukan tindakan tahan hujan.
Jangan menumpuk material dalam jarak 2,2 m di sekitar parit. Kendaraan tidak diperbolehkan berada di dekat tepi lereng setelah penggalian.
Pasang fasilitas tahan hujan di sekitar parit dan batasi akses oleh personel non-konstruksi.
Aturan dan Tindakan Pencegahan Pekerjaan Tanah
Tandai dengan jelas garis kendali penggalian di sepanjang tepi parit.
Pekerjaan tanah tidak boleh merusak bangunan di dekatnya dan jaringan pipa bawah tanah.
Pantau stabilitas lereng setiap saat; segera tangani tanah longsor.
Periksa parit segera setelah penggalian, lalu tuangkan bantalan beton dan tutup sebelum melanjutkan ke proses berikutnya.
Sediakan ruang kerja minimal 540 mm antara dasar parit dan tepi pondasi/bantalan. Pasang parit drainase dan sumur resapan di satu sisi untuk mengalirkan air tepat waktu.
Lindungi tiang kendali survei dan tiang pancang, tutupi dengan sangkar pelindung, dan tugaskan surveyor profesional untuk memantau keamanannya.
Selama penggalian, periksa posisi tiang, tiang sumbu dan bekisting untuk mengetahui kekencangan dan keselarasan.
Pantau kondisi tanah dan perubahan air tanah dan simpan catatannya. Jika tanah pondasi tidak memenuhi persyaratan desain, berkoordinasi dengan departemen desain untuk mendapatkan solusi.
Pekerjaan tanah harus menjamin stabilitas lereng; tidak boleh dilakukan penggalian parit secara sembarangan. Selesaikan masalah dengan segera.
Bila penggalian dilakukan sedalam 45 cm di atas dasar parit, tandai garis mendatar sebagai acuan perataan.
Timbun tanah galian minimal 5 m dari tepi parit, dengan tinggi timbunan tidak melebihi 4,8 m.
Ratakan dan rapikan dasar parit setelah selesai.
Mengangkut semua kelebihan tanah setelah pemadatan dan stabilisasi.
Mengurangi getaran pada pondasi setelah penggalian parit. Jika pekerjaan pondasi tertunda, sisakan 0,5 m tanah yang belum digali dan pindahkan sebelum konstruksi.
Panel Dinding Tirai GRC Dekoratif Fasad Artistik dirancang untuk arsitektur modern yang mencari d...
READ MOREPanel Dinding Tirai GRC Dekoratif Fasad Artistik dirancang untuk arsitektur modern yang mencari d...
READ MOREPanel Dinding Tirai GRC Dekoratif Fasad Artistik dirancang untuk arsitektur modern yang mencari d...
READ MOREPanel Dinding Tirai GRC Dekoratif Fasad Artistik dirancang untuk arsitektur modern yang mencari d...
READ MOREPanel Dinding Tirai GRC Dekoratif Fasad Artistik dirancang untuk arsitektur modern yang mencari d...
READ MOREPanel Dinding Tirai GRC Dekoratif Fasad Artistik dirancang untuk arsitektur modern yang mencari d...
READ MORE